Menyambut tahun baru Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik, salah satunya dengan menjalankan ibadah puasa di bulan Muharram. Bulan Muharram sendiri merupakan salah satu bulan yang sangat mulia di dalam Al-Qur'an, yang masuk dalam kategori Asyhurul Hurum bersama bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Anjuran untuk melaksanakan puasa Muharram ini bersumber langsung dari beberapa hadits Rasulullah saw. Berikut adalah lima dalil hadits yang menjelaskan tentang kesunnahan serta keutamaan luar biasa dari puasa di bulan Muharram:
Rasulullah saw menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada bulan-bulan mulia, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari al-Bahili:
"Diriwayatkan dari al-Bahili: 'Aku mendatangi Rasulullah saw, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, Aku adalah lelaki yang pernah mendatangimu pada tahun pertama?' Rasulullah saw bersabda: 'Dulu aku tidak melihat tubuhmu lemah?' Al-Bahili menjawab: 'Wahai Rasulullah, Aku tidak mengonsumsi makanan di siang hari, aku tidak memakannya kecuali di waktu malam.' Rasulullah saw bersabda: 'Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu?' Aku menjawab: 'Wahai Rasulullah, sungguh Aku mampu berpuasa (terus-menerus).' Rasulullah saw bersabda: 'Puasalah bulan Sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, dan puasalah pada bulan-bulan mulia'." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya).
Keutamaan lain dari berpuasa di bulan Muharram adalah pelipatan pahala yang sangat besar, di mana satu hari puasa di bulan ini bernilai sama dengan 30 hari puasa.
"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: 'Rasulullah saw bersabda: 'Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa'." (HR at-Thabarani dalam al-Mu’jamus Shaghîr).
Ibadah puasa di bulan Muharram menempati posisi yang sangat istimewa setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.
"Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: 'Rasulullah saw bersabda: 'Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam'." (HR Muslim).
Umat Islam juga dianjurkan melakukan puasa di bulan Muharram (khususnya hari Asyura) dengan menyandingkannya pada hari sebelum atau sesudahnya sebagai pembeda dari ibadah kaum Yahudi.
"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): 'Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya'." (HR Ahmad).
Keutamaan khusus lainnya dari puasa pada hari Asyura (10 Muharram) adalah kemampuannya untuk melebur dosa-dosa kecil setahun yang lalu.
"Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: 'Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat'." (HR Muslim).
Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat memotivasi kita semua untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Muharram yang mulia ini.
Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/dalil-kesunnahan-puasa-muharram-xyIbc