Pendaftaran santri baru sudah dibuka! Hubungi kami via WhatsApp Daftar Sekarang!

Tragedi Latsarmil Koperasi: Menakar Urgensi Kemanusiaan di Atas Prosedur

Administrator

Dunia pendidikan dan pelatihan nasional tengah berduka. Sebanyak tiga peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani program tersebut. Peristiwa ini memicu desakan dari berbagai pihak, termasuk Amnesty International Indonesia, agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh.

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Sebagai insan beriman, kita diingatkan akan agungnya nilai nyawa manusia. Dalam perspektif kemanusiaan, setiap kebijakan yang melibatkan massa haruslah mengedepankan prinsip hifdzun nafs (menjaga jiwa). Amnesty International Indonesia, melalui Direktur Eksekutif Usman Hamid, menyoroti adanya kejanggalan dalam penyelenggaraan program ini. Selain transparansi mengenai penyebab kematian, terdapat kritik tajam terkait relevansi pelatihan militer bagi calon pengelola koperasi.

Relevansi dan Etika Pengelolaan

Koperasi, sebagai soko guru ekonomi bangsa, seharusnya dikelola dengan pendekatan manajerial yang demokratis dan humanis, sesuai dengan semangat yang diajarkan Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta. Amnesty menilai bahwa penerapan sistem komando militer pada ranah sipil justru berisiko mengaburkan batas domain pertahanan dan urusan pemberdayaan ekonomi.

  • Tuntutan Investigasi: Mendesak adanya audit independen terhadap seluruh rangkaian pelatihan yang melibatkan 35 ribu peserta.
  • Evaluasi Kebijakan: Meninjau ulang urgensi pelatihan fisik bagi calon manajer koperasi yang lebih membutuhkan keterampilan komunikasi dan bisnis.
  • Prinsip Kemanusiaan: Mengedepankan keselamatan peserta sebagai prioritas di atas segala bentuk kedisiplinan administratif.

Pemerintah diharapkan segera memberikan penjelasan terbuka kepada keluarga korban dan publik. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga agar di masa depan, setiap program pemberdayaan masyarakat senantiasa menjunjung tinggi martabat manusia dan prinsip-prinsip demokrasi yang santun.

Mari kita doakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semoga para pengambil kebijakan diberikan petunjuk untuk menjalankan amanah dengan cara-cara yang maslahat bagi umat.



Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/tiga-peserta-meninggal-amnesty-minta-latsarmil-pengelola-kopdes-dihentikan-W5Qfn

إرسال تعليق

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
Assalamu’alaikum 👋 Selamat datang di Pondok Pesantren Daarul Muta’allimiin 🌿 Ada yang bisa kami bantu hari ini?
Type here...