Pendaftaran santri baru sudah dibuka! Hubungi kami via WhatsApp Daftar Sekarang!
Postingan

Panduan Lengkap Niat dan Keutamaan Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura

Administrator

Umat Islam akan segera menyambut awal bulan Muharram sekaligus tahun baru 1448 Hijriah. Di bulan yang mulia ini, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal salih, salah satunya dengan menjalankan ibadah puasa sunnah.

Hukum puasa di bulan Muharram adalah sunnah. Bahkan, puasa di bulan ini memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan dengan puasa di bulan Sya'ban yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.

Lafal Niat Puasa Muharram

Bagi sahabat yang ingin menunaikan puasa sunnah Muharram, berikut adalah lafal niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ."

Niat Khusus Puasa Tasu'a (9 Muharram)

Khusus untuk hari kesembilan Muharram, berikut adalah lafal niat yang bisa dibaca:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ."

Niat Khusus Puasa Asyura (10 Muharram)

Sedangkan untuk hari kesepuluh Muharram, berikut adalah lafal niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ."

Niat puasa ini idealnya dibaca pada malam hari, mulai dari selepas Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Namun, bagi yang lupa atau belum sempat berniat di malam hari, masih diperbolehkan berniat di siang hari hingga sebelum waktu Dzuhur tiba. Syaratnya, sejak fajar terbit belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa.

Keutamaan Menjalankan Puasa Muharram

Berdasarkan hadits-hadits Rasulullah saw, setidaknya ada lima keutamaan luar biasa yang bisa didapatkan dengan berpuasa di bulan Muharram:

  • Puasa Paling Utama setelah Ramadhan: Puasa di bulan Muharram menempati posisi istimewa sebagai puasa terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.
  • Termasuk Puasa di Bulan Mulia: Muharram merupakan bagian dari al-asyhurul hurum (bulan-bulan yang dimuliakan) bersama Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah.
  • Pahala Melimpah: Berpuasa satu hari di bulan Muharram pahalanya setara dengan berpuasa selama 30 hari.
  • Pelebur Dosa Setahun yang Lalu: Khusus untuk puasa Asyura (10 Muharram), ibadah ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kecil setahun yang telah lalu.
  • Pembeda dari Umat Lain: Melengkapi puasa Asyura dengan puasa Tasu'a (9 Muharram) dan puasa tanggal 11 Muharram menjadi pembeda ibadah umat Islam dengan umat Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura.


Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/lafal-niat-puasa-muharram-tasua-dan-asyura-1B3Db

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
Assalamu’alaikum 👋 Selamat datang di Pondok Pesantren Daarul Muta’allimiin 🌿 Ada yang bisa kami bantu hari ini?
Type here...