Umat Islam akan segera menyambut awal bulan Muharram sekaligus tahun baru 1448 Hijriah. Di bulan yang mulia ini, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal salih, salah satunya dengan menjalankan ibadah puasa sunnah.
Hukum puasa di bulan Muharram adalah sunnah. Bahkan, puasa di bulan ini memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan dengan puasa di bulan Sya'ban yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.
Bagi sahabat yang ingin menunaikan puasa sunnah Muharram, berikut adalah lafal niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ."
Khusus untuk hari kesembilan Muharram, berikut adalah lafal niat yang bisa dibaca:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ."
Sedangkan untuk hari kesepuluh Muharram, berikut adalah lafal niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ."
Niat puasa ini idealnya dibaca pada malam hari, mulai dari selepas Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Namun, bagi yang lupa atau belum sempat berniat di malam hari, masih diperbolehkan berniat di siang hari hingga sebelum waktu Dzuhur tiba. Syaratnya, sejak fajar terbit belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
Berdasarkan hadits-hadits Rasulullah saw, setidaknya ada lima keutamaan luar biasa yang bisa didapatkan dengan berpuasa di bulan Muharram:
Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/lafal-niat-puasa-muharram-tasua-dan-asyura-1B3Db