Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan baru saja menuntaskan agenda strategis bertajuk Sarasehan Camp Hijau NU. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sugro, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, pada Sabtu-Ahad (13-14/06/2026) ini menjadi titik temu bagi para relawan dan pengurus NU untuk menyatukan visi dalam gerakan kemanusiaan.
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
(Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain). Semangat inilah yang mendasari langkah LPBINU Pasuruan. Ketua LPBINU Kabupaten Pasuruan, H. Sugeng Hariyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penghijauan fisik, melainkan ruang konsolidasi untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih sistematis dan tangguh bagi masyarakat.
Sekretaris LPBINU Kabupaten Pasuruan, Aris Felani, menyoroti urgensi penguatan program NU Peduli di tengah meningkatnya intensitas bencana. Fokus utama saat ini adalah peningkatan kapasitas relawan serta penguatan jejaring hingga ke tingkat akar rumput (kecamatan dan desa). Beberapa poin krusial yang dihasilkan dalam sarasehan ini meliputi:
Melalui rekomendasi strategis tersebut, LPBINU berkomitmen untuk terus menghadirkan Nahdlatul Ulama sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan pelestarian alam. Mari kita dukung gerakan ini dengan doa dan partisipasi aktif, agar khidmat kita senantiasa memberikan kemaslahatan bagi semesta.