Dalam momentum pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama tahun 2026 di Pondok Al Falah Ploso, Kediri, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan urgensi transformasi gerakan organisasi. Beliau menyerukan agar NU beranjak dari dakwah lisan menuju aksi nyata yang berdampak luas bagi peradaban.
KH Miftachul Akhyar merumuskan tiga poin mendesak demi menjawab tantangan masa depan:
الجهادُ وَالاجْتِهَادُ
Menjelaskan dua kata kunci kepemimpinan tersebut, KH Miftachul Akhyar menekankan bahwa Jihad adalah puncak kesungguhan dalam mencapai ketaatan kepada Allah SWT serta melawan segala hal yang merongrong ketaatan tersebut. Sementara Ijtihad menuntut nakhoda organisasi untuk memiliki kapasitas intelektual yang tajam dalam memberikan solusi atas permasalahan kontemporer (nawazil).
Kepemimpinan di lingkungan NU bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar yang menuntut kecerdasan, keluasan ilmu, dan keteladanan. Mari kita dukung langkah strategis ini dengan terus memperkuat ketaatan dan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing para pemimpin kita dalam membawa jam'iyah ini menuju kejayaan yang diridhai-Nya.
Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/rais-aam-pbnu-sampaikan-3-poin-mendesak-yang-harus-dipenuhi-nu-eitXl